Follow
SIGN UP TO OUR NEWSLETTER

Get notifications from this website

Riset Membuktikan Perokok Semakin Kesepian di Masa Tuanya

Perokok disebut akan semakin kesepian di hari tuanya. (stocksy)

Dalam kehidupan sehari-hari, melihat orang-orang di sekeliling kita merokok seperti hal yang sudah biasa. Ada beberapa penyebab mengapa mereka memilih untuk merokok, seperti coba-coba lalu ketagihan, terpengaruh teman, hingga beranggapan dapat mengurangi stres.

Tapi tahu enggak sih, kalau ternyata riset membuktikan bahwa semakin tua seorang perokok, dia akan semakin merasa kesepian?

Hal itu diungkap oleh tim peneliti dari UCL Institute of Epidemiology and Health dan Imperial College London yang menunjukkan bahwa semakin tua usia perokok maka kontak sosial akan berkurang termasuk dengan keluarga dan teman. Perokok cenderung merasa kesepian dan terisolasi sosial dibanding non-perokok dengan usia setara.

Penelitian tersebut bermulai dari hubungan antara merokok dan perkembangan isolasi sosial serta rasa kesepian. Hasil penelitian tersebut dipublikasikan melalui The Latest Regional Health Europe dengan menggunakan sampel 8.780 penduduk Inggris yang merupakan perokok aktif berusia 50 tahun ke atas.

Perokok dianggap memiliki tingkat sosialisasi lebih rendah dibandingkan non-perokok. (campuspedia) 

Namun, penelitian ini bersifat observasional. Jadi tidak bisa dikatakan bahwa semua perokok akan merasa kesepian di masa tuanya. Hanya saja, ilmuwan menegaskan kalau semakin banyak orang tidak tertarik hidup berdampingan dengan perokok. Begitu juga sebaliknya, mungkin saja seseorang yang tinggal sendirian akan menjadi perokok.

Semakin mudah mendapatkan informasi dan pengetahuan, maka banyak pula orang yang memutuskan untuk tidak merokok. Apalagi menurut pakar, perokok pasif mempunyai resiko 30 persen lebih tinggi untuk terkena penyakit kanker dibandingkan perokok aktif.

Tapi ternyata, banyak non-perokok yang memutuskan untuk tetap hidup berdampingan dengan seorang perokok karena hampir semua temannya merupakan perokok aktif.

Menurut WHO Global Report pada 2014, telah terjadi 68 persen kematian akibat penyakit tidak menular (PTM). Sementara, kematian yang terjadi akibat gangguan pernapasan menyumbang 10.7 persen dari total penyebab kematian.

Total
0
Shares
Previous Article

Penjualan NFT Tahun 2021 Mencapai Rp 357 triliun

Next Article

BREAKING NEWS: Gempa Guncang Jakarta, Depok, hingga Tangsel

Related Posts
Ini Hits
Total
0
Share